Mengapa Anda Perlu Waspada Ketika Ditawari Investasi dengan Imbal Hasil Tinggi?

Setiap investor, tentu ingin mendapatkan imbal hasil atau return yang tinggi dari setiap kegiatan investasi yang dijalankannya. Hal tersebut merupakan hal yang wajar mengingat imbal hasil adalah motif utama setiap investor dalam melakukan investasi. Untuk itu, skema investasi dengan imbal hasil yang tinggi tentu menjadi sesuatu yang sangat menggoda bagi para investor.


Investasi dengan Imbal Hasil Tinggi

Meskipun imbal hasil merupakan motif utama para investor, namun Anda perlu waspada ketika ditawari investasi dengan imbal hasil yang tinggi. Mengapa demikian? Berikut ini ulasan mengenai imbal hasil tinggi yang perlu diwaspadai.

Risiko besar menanti

Dalam dunia investasi, dikenal konsep high risk high return. Artinya, semakin tinggi return atau imbal hasil yang bisa didapat, maka semakin besar pula potensi risiko yang mungkin hadir. Untuk itu, pada saat Anda ditawari investasi dengan imbal hasil yang tinggi hingga diluar batas wajar, maka Anda perlu curiga karena potensi risiko besar siap menanti Anda.

Sebagai contoh, ketika Anda ditawari sebuah skema investasi peer-to-peer lending dengan imbal hasil hingga 60% per tahunnya. Maka, apa yang akan Anda lakukan? Apakah akan mengikutinya atau justru menolaknya? Apabila Anda mengikutinya, maka Anda harus bersiap dengan risiko yang mungkin terjadi seperti risiko gagal bayar. Karena, imbal hasil tersebut didapat dari imbalan peminjam dana yang mengembangkan dana pinjaman untuk usahanya. Jadi, apabila return terlalu tinggi maka semakin besar pula potensi return yang bisa Anda hadapi.

Modus penipuan

Semakin banyak peluang bisnis investasi yang ditawarkan, maka semakin besar pula potensi penipuan hadir. Karena, ada segelintir oknum yang memanfaatkan keinginan banyak orang untuk melakukan investasi dengan melakukan penipuan. Penipuan tersebut biasanya terjadi dengan memancing para calon investor melalui skema investasi “ajaib” dengan imbal hasil yang tinggi. Para calon investor yang tidak teliti umumnya akan tergoda hingga akhirnya terjebak dalam penipuan tersebut. Jadi, bijaklah dalam memilih skema investasi dan curigalah apabila ada skema investasi dengan imbal hasil yang tidak wajar.